Balai POM Balikpapan Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kepatuhan Sarana Pelayanan Kefarmasian di Kabupaten Penajam Paser Utara

16-08-2025 Umum Dilihat 125 kali

Penajam Paser Utara — Guna memperkuat mutu pelayanan kefarmasian dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Balikpapan kembali mengambil peran strategis dalam upaya pembinaan sarana kefarmasian di daerah. Hal ini ditunjukkan melalui keterlibatan Kepala Balai POM Balikpapan, Gerson Pararak, sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Obat dan Perizinan Sarana Sesuai Standar dan Persyaratan, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel IKA, Petung, dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian, termasuk Apotek, Toko Obat, serta fasilitas sejenis lainnya di wilayah Kabupaten PPU. Bimbingan teknis ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Balai POM dalam rangka mewujudkan sistem pelayanan kefarmasian yang aman, efektif, dan patuh terhadap peraturan.

Dalam pemaparannya, Gerson menegaskan bahwa pengelolaan obat yang baik dan perizinan sarana yang sesuai standar bukan hanya merupakan tuntutan regulasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Fasilitas pelayanan kefarmasian adalah garda terdepan dalam memastikan keamanan obat bagi masyarakat. Oleh karena itu, pelaku usaha dan tenaga kefarmasian wajib memahami dan menerapkan standar pelayanan serta prosedur perizinan secara benar," jelas Gerson.

Selain membahas aspek teknis terkait pengelolaan obat, kegiatan ini juga membekali peserta dengan informasi terkini mengenai mekanisme perizinan sarana kefarmasian, serta edukasi publik melalui pendekatan “Cek KLIK” — yang mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk obat dan makanan.

Bimbingan teknis ini juga dimanfaatkan sebagai forum interaktif untuk berdiskusi dan menyampaikan kendala yang kerap dihadapi oleh pelaku layanan kefarmasian di lapangan, seperti dinamika perizinan, distribusi obat, serta pemantauan kualitas obat yang beredar.

Melalui kegiatan ini, Balai POM di Balikpapan berharap terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kefarmasian, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pelayanan yang profesional dan akuntabel. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam memastikan bahwa setiap produk obat yang beredar dikelola dengan standar yang tinggi dan dapat memberikan manfaat kesehatan secara optimal.

Dengan meningkatnya pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha, diharapkan kualitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara terus mengalami peningkatan yang signifikan, sekaligus mendukung program nasional dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sarana