Balai POM di Balikpapan Ajak Pelajar SMAN 6 Balikpapan Tolak Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

15-10-2026 Loka POM di Kota Balikpapan Dilihat 10 kali

Balikpapan – Balai POM di Balikpapan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta penggalangan komitmen “Generasi Cerdas Tolak Penyalahgunaan OOT (Obat-Obat Tertentu)” di SMA Negeri 6 Balikpapan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan obat sekaligus mengajak pelajar untuk ikut berperan dalam pencegahannya.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMA Negeri 6 Balikpapan, Muryanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Muryanto mengapresiasi pelaksanaan edukasi mengenai penyalahgunaan OOT di lingkungan sekolah. Menurutnya, informasi tersebut penting diketahui para siswa agar mereka mampu mengenali risiko dan tidak mudah terpengaruh untuk menyalahgunakan obat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena informasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat penting diketahui oleh para siswa. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini mereka tidak hanya memahami untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada teman-temannya,” ujar Muryanto.

Kepala Balai POM di Balikpapan, Gerson Pararak, S.Si., Apt., M.H., dalam sambutannya mengingatkan bahwa penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu perlu mendapat perhatian serius, terutama di kalangan generasi muda. Pemahaman sejak dini dinilai penting agar pelajar mengetahui risiko kesehatan dan dampak lain yang dapat timbul akibat penggunaan obat yang tidak sesuai aturan.

“Penyalahgunaan OOT bukan persoalan yang bisa dianggap ringan. Generasi muda perlu memahami sejak awal bahwa penggunaan obat yang tidak tepat dapat berdampak pada kesehatan dan menjadi pintu masuk pada berbagai permasalahan yang lebih serius. Karena itu, kami ingin siswa berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan obat,” kata Gerson.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk “Generasi Cerdas Tolak Penyalahgunaan OOT” oleh Kepala SMA Negeri 6 Balikpapan, guru, dan para siswa peserta. Balai POM di Balikpapan juga menyerahkan plakat kepada SMA Negeri 6 Balikpapan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan sekolah dalam kegiatan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan obat.

Setelah sesi pembukaan, Gerson Pararak menyampaikan materi mengenai penyalahgunaan OOT dan kondisi kedaruratannya. Materi juga membahas dampak kesehatan akibat penyalahgunaan, ancaman tersembunyi di balik penggunaan OOT yang tidak semestinya, strategi serta hasil pengawasan dan penindakan BPOM, hingga berbagai program pencegahan yang dilakukan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan.

Para siswa juga diajak untuk lebih kritis terhadap informasi dan pergaulan yang dapat mengarah pada penyalahgunaan obat. Mereka diingatkan untuk menggunakan obat sesuai aturan, tidak mengonsumsi obat yang diperoleh dari sumber yang tidak jelas, serta tidak mudah menerima atau mencoba obat hanya karena ajakan teman.

“Kami jadi lebih tahu bahwa obat yang sebenarnya digunakan untuk pengobatan juga bisa berbahaya kalau disalahgunakan. Materinya juga membuat kami lebih paham kenapa harus hati-hati dan tidak sembarangan menerima atau menggunakan obat,” ujar peserta.

Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi dan diskusi. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami risiko penyalahgunaan OOT, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang benar di lingkungan pertemanan dan keluarga.

Kegiatan KIE dan penggalangan komitmen ini diharapkan memberi bekal kepada para peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan obat, mampu mengenali risiko penyalahgunaan, serta berani menolak ajakan yang dapat membahayakan diri. Dengan semakin banyak pelajar yang memahami bahaya penyalahgunaan OOT, lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang semakin aman dan mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.

Sarana