Balai POM di Balikpapan Evaluasi Penerapan Farmakovigilans di Rumah Sakit dan Puskesmas

22-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 67 kali

Balikpapan - Pada Rabu, 22 Juli 2026, Balai POM di Balikpapan melaksanakan tindak lanjut hasil sosialisasi farmakovigilans yang dilaksanakan pada bulan Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan farmakovigilans telah berjalan di rumah sakit dan puskesmas, termasuk pelaksanaan pencatatan serta pelaporan kejadian yang berkaitan dengan penggunaan obat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam tindak lanjut ini adalah penyusunan laporan farmakovigilans oleh sarana pelayanan kesehatan. Laporan tersebut mencakup informasi mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Efek Samping Obat (ESO), maupun Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) yang pernah terjadi dan telah dilaporkan melalui sistem E-MESO.

Balai POM di Balikpapan juga menggali informasi mengenai bagaimana sistem farmakovigilans diterapkan di masing-masing sarana. Tindak lanjut ini dilakukan untuk memastikan bahwa sosialisasi yang telah diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Rumah sakit dan puskesmas diharapkan mampu melakukan pemantauan terhadap dugaan efek samping obat secara lebih aktif dan melaporkannya melalui sistem yang tersedia.

Melalui tindak lanjut ini, Balai POM di Balikpapan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk lebih aktif melakukan pemantauan dan pelaporan. Dengan sistem farmakovigilans yang berjalan baik, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan obat dapat dicatat dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.

 

Sarana