Samarinda - Balai POM di Balikpapan bersama Balai Besar POM di Samarinda melaksanakan audiensi kepada Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap pengawasan obat dan makanan serta pelaksanaan program keamanan pangan di Kalimantan Timur.
Balai POM di Balikpapan diwakili oleh Kepala Balai, Gerson Pararak, dan Kepala Subbagian Tata Usaha, Denisa Ayu Fitriasari. Audiensi berfokus pada penguatan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), optimalisasi Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan (BOK POM), serta pengendalian resistansi antimikroba atau *antimicrobial resistance* (AMR).
Dalam materi audiensi, penguatan KKPA diarahkan pada peningkatan koordinasi lintas perangkat daerah dan perbaikan kualitas data dukung pelaksanaan pengawasan keamanan pangan. Integrasi program dalam perencanaan dan penganggaran daerah juga menjadi perhatian agar pembinaan serta pengawasan dapat berjalan berkelanjutan. Intervensi melalui Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan sekolah yang melaksanakan pembudayaan keamanan pangan turut mendukung keamanan pangan di sepanjang rantai pasok, termasuk dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Optimalisasi BOK POM menjadi pembahasan berikutnya, terutama untuk mendukung pengawasan industri rumah tangga pangan, pemenuhan komitmen SPP-IRT, serta pengawasan apotek dan toko obat. Pengawalan pelaksanaan kegiatan dan pencapaian output diperlukan agar pendanaan yang tersedia dapat mendukung kebutuhan pengawasan di daerah.
Pada aspek pengendalian AMR, materi audiensi menyoroti pentingnya penguatan kebijakan daerah untuk mengendalikan penyerahan antibiotik tanpa resep dokter. Data yang dipaparkan menunjukkan penurunan persentase penyerahan antibiotik tanpa resep di Kalimantan Timur dari 39,10% pada 2025 menjadi 34,21% pada Triwulan I–II 2026. Kondisi tersebut tetap memerlukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Melalui koordinasi ini, Balai POM di Balikpapan mendorong dukungan pemerintah daerah dalam penguatan kelembagaan KKPA, perluasan program keamanan pangan, optimalisasi BOK POM, dan pengendalian AMR. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang terpadu.