Alami Efek Samping Gara-gara Kosmetik Abal-abal, Content Creator Asal Balikpapan ini Menyesal Tidak Pakai Kosmetik Berizin BPOM

15-08-2023 Dilihat 444 kali

Balikpapan – Program SALOME OMA (Santai Ngobrol Rame-rame tentang Obat dan Makanan) Loka POM di Kota Balikpapan hadir kembali dalam kegiatan talkshow dengan tema Waspadai Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya yang diselenggarakan di Radio Onix 88.7 FM Kota Balikpapan (10/08/23). Kegiatan talkshow ini diikuti oleh masyarakat di Kota Balikpapan yang mendengarkan melalui siaran live radio Onix 88.7 FM. Selain live radio, kegiatan talkshow juga disiarkan melalui Youtube dan live Instagram.

Pada kegiatan talkshow hadir narasumber Kepala Loka POM di Kota Balikpapan, Gerson Pararak, Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), dr Arthur S., SpKK, FINSDV, dan Nur Lenny Astia yang merupakan korban pengguna kosmetik mengandung bahan berbahaya. Nur Lenny Astia yang akrab disapa Nur ini berbagi cerita tentang pengalamannya menggunakan kosmetik yang ternyata mengandung bahan berbahaya. “Awalnya muka saya memang mulus dan putih namun lama kelamaan kemerahan dan menghitam. Memang produk tersebut tidak memiliki nomor BPOM” ujar Nur. Menanggapi cerita pengalaman Nur, dr Arthur S juga menambahkan bahwa proses kulit wajah yang menghitam disebabkan adanya tumpukan pigmen dan tersimpan di bagian bawah kulit sehingga sangat sulit untuk dihilangkan. “Ketika kulit wajah terkena sinar matahari, kulit akan membentuk pigmen tetapi bahan berbahaya yang ada di dalam kosmetik tersebut menekan pembentukan pigmen tersebut agar kulit tidak menghitam. Sehingga lama-kelamaan pigmen tersebut akan menumpuk di bawah kulit dan malah menyebabkan kulit menghitam setelah pemakaian jangka panjang” terang dr Arthur. Gerson Pararak menerangkan bahwa jika terdapat efek samping kosmetik yang tidak diinginkan dapat dilaporkan melalui e-reporting aplikasi Eskos BPOM atau website www.laporeskos.pom.go.id. Selain itu masyarakat juga dapat melakukan pengaduan tentang kosmetik serta obat dan makanan ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen Loka POM Balikpapan.

Melalui pengalaman yang dibagikan Nur dan penjelasan dr. Arthur S dari sisi klinis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan kosmetik mengandung bahan berbahaya. Kami selalu menghimbau masyarakat untuk selalu Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa agar produk kosmetik yang kita beli terjamin keamanannya” tutup Gerson Pararak.

Sarana